
Bitcoin sedang diperdagangkan di sekitar 88.000 USD, membuat banyak investor bertanya-tanya apakah ini level yang bagus untuk membeli atau justru saat untuk tetap berhati-hati. Di masa ketidakpastian, Rainbow Chart menjadi alat visual yang populer untuk memahami tren jangka panjang Bitcoin. Meskipun chart ini tidak dapat memprediksi puncak atau dasar harga jangka pendek, chart ini banyak dipercaya komunitas crypto karena mampu menggambarkan siklus pasar jangka panjang Bitcoin.
Apa itu Rainbow Chart?
Sumber: blockchaincenter.net
Dibuat pada tahun 2014 di Reddit, Rainbow Chart menggunakan model regresi logaritmik untuk menggambarkan tren pertumbuhan jangka panjang Bitcoin. Chart ini membagi harga ke dalam beberapa pita warna, seperti pelangi:
- Biru – Biru Muda: Harga rendah, sering terjadi saat sell-off → zona akumulasi jangka panjang.
- Kuning – Oranye – Merah: Zona panas, menandakan valuasi tinggi dan risiko meningkat.
Berbeda dengan indikator teknikal tradisional, Rainbow Chart cocok dengan Bitcoin karena siklus empat tahunnya yang jelas, yang didorong oleh halving—peristiwa di mana reward mining dipangkas setengah—menciptakan ritme kelangkaan unik yang tidak ditemukan di pasar forex atau saham.
Perjalanan Harga Bitcoin Melalui Rainbow Chart
Melihat kembali dari 2012 hingga sekarang, Bitcoin sering menyentuh zona undervalued sebelum memulai siklus bull baru:
- Halving 2012: BTC naik dari ~11 USD ke ~1.200 USD, bahkan menembus zona merah.
- Halving 2016 & 2020: Harga bergerak dari pita bawah ke pita atas sebelum mencapai puncak baru.
- Halving 2024: BTC mulai sekitar ~63.800 USD dan mencapai ~126.000 USD, menunjukkan chart ini masih membantu melacak tren jangka panjang.
Namun, kecepatan pertumbuhan setelah setiap halving berbeda-beda:
- 2012: Lonjakan tajam karena ukuran pasar masih kecil.
- 2016: Kenaikan lebih stabil.
- 2020: Pola double-top akibat masuknya institusi.
- 2024: Rally lebih awal sebelum halving berkat Spot ETF, dan fase ekspansi pasca-halving yang lebih panjang.
Sumber: blockchaincenter.net
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Rainbow Chart masih berguna, siklus Bitcoin berkembang seiring pasar yang semakin matang.
Apakah Bitcoin Murah atau Mahal Sekarang?
Saat ini Bitcoin berada di zona biru, yang sering mencerminkan sell-off atau fear ekstrem. Ini bukan pita terendah di Rainbow Chart, tetapi merupakan zona di mana investor jangka panjang biasanya mulai mempertimbangkan akumulasi.
- Investor jangka panjang: Cocok untuk holding atau menerapkan Dollar-Cost Averaging (DCA).
- Trader jangka pendek hingga menengah: Harus berhati-hati, karena tren menengah masih turun dengan struktur lower-highs dan lower-lows. Pada chart mingguan, BTC bereaksi cukup baik di sekitar 80.000 USD dengan lower wick yang panjang, tetapi belum ada sinyal reversal yang jelas. Dibutuhkan kesabaran; tunggu reaksi harga yang lebih kuat di area support 75.000 – 80.000 USD.
Sumber: TradingView
Kesimpulan untuk Trader
- Rainbow Chart bagus untuk menilai valuasi jangka panjang, bukan untuk memprediksi puncak atau dasar jangka pendek.
- Siklus 2024 berbeda karena arus masuk ETF mengubah struktur pasar.
- BTC sekarang berada di zona undervalued (biru) → masuk akal untuk akumulasi jangka panjang.
- Trader jangka pendek sebaiknya bersabar dan menunggu sinyal reversal yang jelas atau area akumulasi yang bersih.
- Padukan Rainbow Chart dengan alat lain seperti Price Action dan volume untuk gambaran yang lebih lengkap, dan hindari mengandalkan rainbow semata.


