CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.

CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.

IUX Logo
Berita Pasar, Wawasan

RBA Mempertahankan Suku Bunga di 3,60% di Tengah Lonjakan Inflasi & Kenaikan Harga Properti

Nov. 05, 2025
RBA Mempertahankan Suku Bunga di 3,60% di Tengah Lonjakan Inflasi & Kenaikan Harga Properti

 

Pada pertemuan kebijakan tanggal 4 November 2025, RBA memutuskan menahan suku bunga acuan (cash rate target) pada level 3,60 %, dan tidak melakukan pemangkasan maupun kenaikan. Keputusan ini dilatar-belakangi oleh lonjakan inflasi tak terduga di kuartal III, serta kekuatan pasar properti yang kembali menguat.

Konteks Ekonomi Terbaru

  • Inflasi inti (trimmed mean) naik ke 3,0% YoY di kuartal September 2025, melebihi ekspektasi sebelumnya (~2,7%).

  • Inflasi keseluruhan (headline) naik ke sekitar 3,2% YoY di kuartal yang sama.

  • Pasar properti Australia menunjukkan kenaikan kembali dalam harga rumah dan biaya pembangunan yang mulai naik, menunjukkan bahwa stimulus kredit dan pelonggaran sebelumnya mulai berdampak. 

  • Pasar tenaga kerja tetap relatif ketat: meskipun tingkat pengangguran sedikit naik (ke ~4,5% di September dari ~4,3% Agustus) tetapi pengutilisasian tenaga kerja dan survei bisnis menunjuk pada kekurangan tenaga kerja.

Alasan RBA Menahan Suku Bunga

  1. Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi, RBA menyebut bahwa tekanan harga baru-baru ini menunjukkan ruang kosong antara permintaan dan penawaran di ekonomi lebih kecil dari estimasi sebelumnya.

  2. Pasar properti yang menguat, Kenaikan harga rumah dan aktivitas konstruksi mulai kembali meningkat, yang dapat menambah tekanan inflasi lewat daya beli dan sektor sewa/rumah tangga.

  3. Kebijakan bersifat “data-dependent”, RBA menyatakan tidak memiliki bias ke pemangkasan atau kenaikan yang otomatis, melainkan akan menunggu data inflasi, pasar tenaga kerja, dan kondisi rumah tangga. 

  4. Suku sekarang dianggap mendekati netral, RBA menyebut bahwa cash rate 3,60% bisa sudah berada “a little restrictive or might be close to neutral” (sedikit ketat atau mungkin mendekati netral) dalam konteks ekonomi saat ini.

Implikasi untuk AUD, Pasar Keuangan & Properti

  • AUD/FX: Karena RBA menahan suku dan menunjukkan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut yang lebih terbatas, maka dolar Australia bisa memperoleh dorongan relatif terhadap mata uang dengan prospek pemangkasan yang lebih cepat. Namun, faktor global seperti USD safe-haven atau gejolak eksternal tetap berpengaruh.

  • Obligasi & kurva yield: Dengan prospek pemangkasan suku lebih jauh yang menjadi kurang pasti, yield obligasi jangka pendek cenderung tidak turun drastis kurva yield bisa tetap datar atau sedikit melebar jika pasar melihat risiko inflasi.

  • Sektor properti & kredit rumah tangga: Penahanan suku berarti beban cicilan tetap tidak turun, yang bisa membebani segmen rumah tangga yang berutang. Namun kenaikan harga rumah memberi kekayaan rumah tangga yang bisa mendorong konsumsi tetapi juga meningkatkan risiko gelembung lokal di pasar properti.

  • Trader & analis: Trader mata uang dan obligasi harus memantau data inflasi selanjutnya (CPI bulanan), survei pasar tenaga kerja, data harga rumah, dan perubahan forward guidance RBA. Komunikasi RBA yang bersifat “meeting by meeting” berarti volatilitas bisa meningkat ketika data keluar diluar ekspektasi.

Teknikal Analysis

 

AUDUSD H4

Kalau kita lihat secara garis besar, saat ini AUDUSD sudah mendekati area support, dan bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Ada baiknya kita menunggu harga untuk membentuk market structurenya dan membentuk higher low untuk memastikan trend nya sudah berubah. MACD pun belum menunjukkan momentum kenaikan.

 

 

AUDCAD H4

 

AUDCAD justru lebih menarik, meski dia berada di dalam area konsolidasi, namun trend nya cenderung stabil. Posisi beli bisa saja diambil jika harga berhasil menembus area resistance diatasnya.

 

Kesimpulan

Keputusan Reserve Bank of Australia untuk menahan suku bunga di level 3,60% menegaskan bahwa fase pengetatan moneter belum sepenuhnya berakhir.

Di satu sisi, inflasi yang masih tinggi membuat RBA tidak bisa buru-buru melonggarkan kebijakan. Namun di sisi lain, kenaikan harga properti dan tekanan rumah tangga menunjukkan tantangan keseimbangan yang semakin rumit.

Ke depan, fokus utama pasar akan tertuju pada data inflasi dan harga rumah kuartal IV sebagai sinyal arah kebijakan selanjutnya.

Bagi investor dan pelaku pasar, ini adalah waktu untuk bersikap selektif, disiplin, dan sensitif terhadap data ekonomi baru, karena setiap rilis data bisa mengubah ekspektasi terhadap arah suku bunga dan pergerakan dolar Australia.


Bagikan

Ini bukan nasihat investasi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi hasil di masa depan. Modal Anda berisiko, harap berdagang dengan bijak.

Zaki Abdul Rokhim
Penulis:

Zaki Abdul Rokhim

Keahlian dalam Analisis Teknis, Pengelolaan Dana, Proprietary Trading, dan Edukasi Trading.