
Emas terus mencetak rekor baru, menjadi pusat perhatian investor global. Namun, ketika semua mata tertuju pada emas, perak – “saudara kandung” yang sering terabaikan – juga berhasil melakukan breakout kuat. Hal ini membuka peluang trading yang menarik bagi mereka yang mencari potensi catch-up trade.
Emas dan Perak: Bersama, Tapi Berbeda
Secara historis, emas dan perak cenderung bergerak ke arah yang sama dengan tingkat korelasi yang tinggi, terutama di masa volatilitas pasar.
- Emas: Dipandang sebagai aset safe haven, sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter.
- Perak: Berfungsi ganda, baik sebagai logam mulia maupun komoditas industri, membuatnya lebih fluktuatif dan lebih responsif terhadap siklus ekonomi.
Inilah sebabnya mengapa ketika emas naik, perak sering kali naik lebih cepat; namun saat emas terkoreksi, perak cenderung turun lebih tajam.
Sumber: TradingView
Saat ini, emas (XAUUSD) diperdagangkan di level rekor, naik +247% sejak 2010. Sementara itu, perak (XAGUSD) juga telah menembus level resistensi penting dan mencetak level tertinggi baru, dengan kenaikan +188% sejak 2010. Hal ini menunjukkan bahwa perak masih tertinggal dibanding emas, sehingga ada potensi rotasi modal menuju perak.
Dari 2017 hingga sekarang, korelasi antara emas (XAUUSD) dan perak (XAGUSD) tetap positif, rata-rata di kisaran 40% – 94,2%, dengan titik terendah di 17,4% pada tahun 2020. Ini menegaskan adanya hubungan yang erat, meski tidak sempurna, sehingga menciptakan peluang untuk strategi yang memanfaatkan kesenjangan harga.
Sumber: Myfxbook
Analisis Teknis: Perak Terus Menguat
Pada grafik harian, XAGUSD diperdagangkan di sekitar 43,7, mendekati area resistensi kunci dari tahun 2011.
- Support terdekat: 41 – 41,8. Selama harga bertahan di atas zona ini, tren naik tetap terjaga.
- Target kenaikan: 49,8, yaitu level tertinggi sepanjang masa pada 2011.
- Jika support jebol: harga bisa kembali ke 36,9 sebelum menemukan permintaan baru.
- RSI telah memasuki wilayah overbought, yang mengindikasikan kemungkinan koreksi jangka pendek. Namun, prospek menengah tetap bullish.
Sumber: IUX
Strategi Trading
Korelasi kuat antara emas dan perak sering dimanfaatkan trader dengan dua cara utama:
- Trading berbasis korelasi (pair trading)
Strategi ini melibatkan long pada aset yang lebih lemah dan short pada aset yang lebih kuat, dengan harapan kesenjangan harga akan kembali menyempit seiring meningkatnya korelasi.
Contoh: jika emas naik cepat sementara perak masih datar, strategi yang masuk akal adalah long perak dan short emas untuk meraih keuntungan dari pergerakan catch-up. - Trading mengikuti tren (trend-following)
Aksi harga pada satu pasangan dapat digunakan untuk mengonfirmasi sinyal di pasangan lain, terutama ketika korelasi di atas 0,85.
Misalnya, jika XAUUSD berada dalam tren naik yang kuat, maka kemungkinan besar XAGUSD juga akan menembus resistensi. - Di kondisi pasar saat ini, perak sedang menguji level resistensi utama. Pendekatan yang masuk akal adalah menunggu terjadinya pullback sebelum mengikuti tren. Secara khusus, zona support 41 – 41,8 adalah level terdekat yang perlu diperhatikan. Jika harga bertahan di atas zona ini, tren naik bisa berlanjut menuju target yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika support jebol, lebih aman menunggu sinyal di level yang lebih rendah seperti 36,6 atau 34 sebelum membuka posisi baru.
Namun, trader juga harus memperhatikan data ekonomi utama AS pekan ini (PMI, GDP, PCE, dan pidato Powell), karena peristiwa ini bisa menjadi katalis utama untuk breakout perak berikutnya.
Kesimplulannya, Meskipun emas masih memimpin, perak mulai muncul sebagai peluang catch-up yang menarik. Namun, pergerakan berikutnya sangat bergantung pada data ekonomi AS dan sinyal dari The Fed pekan ini.


