CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini.

WTO Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Global 2026 Jadi 0,5%, Sementara 2025 Direvisi Naik ke 2,4%

Zaki Abdul Rokhim · October 8, 2025

WTO Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Global 2026 Jadi 0,5%, Sementara 2025 Direvisi Naik ke 2,4%

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) secara resmi menurunkan proyeksi pertumbuhan perdagangan barang global untuk tahun 2026 menjadi 0,5%, turun tajam dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,8%. Pengumuman ini disampaikan dalam laporan Global Trade Outlook and Statistics yang dirilis pada 7 Oktober 2025.

WTO Slashes Global Trade Growth Forecast for 2026 to 0.5%, While Upgrading 2025 Outlook to 2.4% illustration

Namun untuk tahun 2025, WTO justru menaikkan proyeksi pertumbuhan menjadi 2,4% dari perkiraan sebelumnya 0,9%, didorong oleh lonjakan impor AS menjelang penerapan tarif baru — fenomena yang dikenal dengan istilah frontloading — serta tingginya permintaan terhadap produk-produk terkait kecerdasan buatan (AI) seperti semikonduktor dan peralatan telekomunikasi.

WTO memperingatkan bahwa sebagian besar dampak negatif dari kenaikan tarif baru-baru ini kemungkinan baru akan terasa pada tahun 2026, seiring dengan melemahnya kondisi ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, mengatakan “Prospek untuk tahun depan terlihat lebih suram. Namun kita tidak boleh melupakan bahwa sistem perdagangan multilateral berbasis aturan masih memberikan stabilitas di tengah gejolak.”

WTO juga memperkirakan pertumbuhan ekspor dan impor di sebagian besar kawasan akan melambat pada 2026, menandakan bahwa sebagian hambatan akibat tarif yang lebih tinggi hanya tertunda, bukan terhindarkan.

Dampak Proyeksi WTO terhadap Harga Emas (XAU/USD)

1. Perlambatan Perdagangan Global = Kekhawatiran Ekonomi = Permintaan Safe Haven

Keputusan WTO untuk memangkas proyeksi pertumbuhan perdagangan global dari 1,8% menjadi 0,5% menandakan perlambatan ekonomi yang tajam.
Saat prospek pertumbuhan global melemah, investor biasanya mengalihkan aset ke instrumen safe haven, seperti:

  • Emas (XAU)
  • Dolar AS (USD)
  • Obligasi AS (U.S. Treasuries)

Artinya, permintaan terhadap emas cenderung meningkat, karena dianggap sebagai aset pelindung nilai yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak perdagangan.

2. Tarif Trump = Risiko Geopolitik dan Ketidakpastian

WTO mencatat bahwa efek tertunda dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump menjadi salah satu penyebab utama perlambatan tersebut.
Kenaikan tarif dan ketegangan dagang meningkatkan risiko geopolitik dan menekan pasar saham global.
Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya beralih ke emas untuk mengamankan portofolio mereka.

Dampak jangka pendek: Emas berpotensi menguat seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.

3. Dolar AS dan Suku Bunga, Faktor Penyeimbang

Dalam situasi penuh ketidakpastian, Dolar AS cenderung menguat karena statusnya sebagai aset aman.
Namun, penguatan dolar bisa memberikan tekanan sementara pada harga emas karena emas diperdagangkan dalam USD.
Jika pasar mulai memperkirakan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada 2026 akibat perlambatan ekonomi, maka yield obligasi akan turun, yang biasanya mendorong harga emas naik.

  • Jangka pendek: USD menguat → emas bisa terkoreksi sementara.
  • Jangka menengah–panjang: Ekspektasi pemangkasan suku bunga → emas berpotensi naik kembali.

4. Permintaan Fisik dari Asia (China & India)

Meskipun perdagangan global melambat, permintaan emas fisik di Asia biasanya tetap kuat.

  • China cenderung meningkatkan pembelian emas ketika ekonominya melemah.
  • India memiliki permintaan musiman tinggi saat musim perayaan dan pernikahan.

Permintaan fisik yang stabil ini bisa membantu menopang atau bahkan mendorong harga emas naik, meskipun ekonomi global melambat.

5. Permintaan Institusional dan ETF

Ketika proyeksi ekonomi dan perdagangan global direvisi turun, investor besar sering kali:

  • Mengurangi eksposur di pasar saham
  • Menambah alokasi pada ETF emas atau kontrak berjangka emas

Pergeseran aliran dana institusional ini dapat memperkuat tren bullish jangka menengah untuk emas.

Related posts

Informasi penting

Akses ke situs web ini dibatasi. IUX tidak melakukan penawaran, pemasaran, atau memberikan layanan kepada orang yang berada di, berdomisili di, atau merupakan warga negara Australia, Kanada, Inggris Raya, Amerika Serikat, atau Malaysia. Dengan memilih “Saya mengonfirmasi” di bawah ini, Anda secara tegas menyatakan dan menjamin bahwa Anda bukan warga negara atau penduduk, dan tidak mengakses situs web ini dari, yurisdiksi mana pun yang disebutkan di atas. Jika Anda tidak memenuhi persyaratan ini, Anda harus menahan diri untuk tidak mengakses situs web ini.